BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Media
merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari
komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut,
dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses
pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan
pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran.
Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian,
minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan
belajar.
Pendidikan
kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan usaha menyampaikan pesan
kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa
dengan adanya tersebut maka masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh
pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Pengetahuan tersebut pada
akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilaku. Dengan kata lain
dengan adanya pendidikan tersebut diharapkan dapat membawa akibat terhadap
perubahan perilaku sasaran.
Pendidikan
kesehatan sebagai suatu proses di mana proses tersebut mempunyai masukan
(input) dan keluaran (output). Di dalam suatu proses pendidikan kesehatan yang
menuju tercapainya tujuan pendidikan yakni: perubahan perilaku, dipengaruhi
oleh banyak faktor. Faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan di samping
faktor masukannya sendiri juga faktor metode, faktor materi atau pesannya,
pendidik atau petugas yang melakukannya, dan alat bantu atau alat peraga
pendidikan yang dipakai. Agar dicapai suatu hasil yang maksimal maka
faktor-faktor tersebut harus bekerja sama secara haronis.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa yang
dimaksud dengan alat bantu ?
2. Apa saja
macam-macam alat bantu ?
3. Apa
manfaat alat bantu ?
4. Apa
kegunaan alat perga ?
5. Apa yang
dimaksud dengan media ?
6. Bagaimana
langkah-langkah penetapan media ?
7. Apa fungsi
dan manfaat media ?
8. Apa saja
macam-macam media ?
9. Bagaimana
konsep perilaku kesehatan ?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian alat bantu
2. Untuk
mengetahui macam-macam alat bantu
3. Untuk
mengetahui manfaat alat bantu
4. Untuk
mengetahui kegunaan alat peraga
5. Untuk
mengetahui pengertian media
6. Untuk
mengetahui langkah-langkah penetapan media
7. Untuk
mengetahui fungsi dan manfaat media
8. Untuk
mengetahui macam-macam media
9. Untuk
mengetahui konsep perilaku kesehatan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Alat Bantu
Alat bantu pendidikan adalah suatu
alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan
pendidikan/pengajaran. Alat bantu ini sering disebut sebagai alat peraga karena
berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu di dalam proses
pendidikan/pengajaran.
Alat peraga ini disusun berdasarkan
prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia diterima atau ditangkap
melalui panca indra. Semakin banyak indra yang digunakan untuk menerima sesuatu
maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian/pengetahuan yang
diperoleh. Dengan kata lain alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indra
sebanyak mungkin kepada suatu objek, sehingga mempermudah pemahaman. Tetapi
masing-masing alat bantu mempunyai intensitas yang berbeda-beda di dalam membantu permasalahan
seseorang.
Dalam rangka promosi kesehatan,
masyarakat sebagai consumer juga dapat dilibatkan dalam pembuatan alat peraga
(alat bantu pendidikan). Untuk itu peran petugas kesehatan bukan hanya
membimbing dan membina, dalam hal kesehatan mereka sendiri, tetapi jga
memotifasi mereka sehingga meneruskan informasi kesehatan kepada anggota
masyarakat yang lain.
Alat peraga akan sangat membantu
dalam melakukan penyuluhan agar pesan-pesan kesehatn dapat disampaikan lebih
jelas, dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan tersebut dengan jelas
dan tepat pula. Dengan alat peraga orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan
yang dianggap rumit, sehingga mereka data menghargai betapa bernilainya
kesehatan itu bagi kehidupan.
B.
Macam-
macam Alat Bantu
Alat peraga dibagi menjadi beberapa, diantaranya :
1. Alat bantu lihat (visual aids). Alat
bantu ini digunakan untuk membantu menstimulasi indera mata (penglihatan) pada
waktu terjadinya proses pendidikan. Alat ini ada 2 bentuk :
a. Alat yang diproyeksikan (misalnya,
slide, OHP, dan film strip)
b. Alat-alat yang tidak diproyeksikan
(misalnya, 2 dimensi, gambar peta, dan bagan) termasuk alat bantu cetak atau
tulis, misalnya leaflet, poster, lembar balik, dan buklet. Termasuk tiga
dimensi seperti bola dunia dan boneka).
2. Alat bantu dengar (audio aids),
yaitu alat yang dapat membantu untuk menstimulasikan indra pendengar pada waktu
proses penyampaian bahan pendidikan/bahan pengajaran. Misalnya : piring hitam,
radio, tape, dan CD.
3. Alat bantu dengar dan lihat atau alat
bantu yang lebih dkenal dengan Audio Visual Aids (AVA), seperti TV, film dan video.
C.
Manfaat Alat Bantu
Secara
rinci, manfaat alat peraga adalah sebagai berikut.
1.
Menimbulkan
minat sasaran
2.
Mencapai
sasaran yang lebih banyak
3.
Membantu
mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman
4.
Merangsang
sasaran untuk meneruskan pesan pada orang lain
5.
Memudahkan
penyampaian informasi
6.
Memudahkan
penerimaan informasi oleh sasaran
D.
Cara Penggunakan Alat Peraga/Alat Bantu
Cara menggunakan alat peraga sangat bergantung pada jenis
alatnya. Menggunakan alat peraga gambar sudah tentu berbeda dengan menggunakan film
strip dan sebagainya. Disamping itu juga dipertimbangkan faktor sasaran
pendidikannya. Untuk masyarakat yang buta huruf akan berbeda dengan masyarakat
yang telah berpendidikan. Dan yang lebih penting adalah bahwa alat yang
digunakan harus menarik sehingga menimbulkan minat pada pesertanya. Pada waktu
menggunakan AVA hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.
Senyum adalah lebih baik, untuk mencari
simpati.
b.
Tunjukkan perhatian bahwa hal yang akan
dibicarakan dipergunakan itu adalah penting.
c.
Pandangan mata hendaknya keseluruh
pendengar agar responden tidak kehilangan kontrol pihak pendidik.
d.
Gaya bicara hendaknya bervariasai agar
pendengar tidak bosan dan tidak mengantuk.
e.
Ikut sertakan para peserta/pendengar
dan berikan kesempatan untuk memegang dan atau mencoba alat-alat tersebut.
f.
Bila perlu berilah selingan humor, guna
menghidupkan suasana, dan sebagainya.
E.
Pengertian
Media
Media
berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar
sumber pesan dengan penerima pesan. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media
pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pembelajaran. Sementara itu Briggs (1977) berpendapat bahwa
media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi. Materi
pembelajaran seperti: buku, film, video, dan sebagainya. Sedangkan, National
Education Association (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah
sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang – dengar, termasuk
teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat
merangsang fikiran, perasaan, dan kemauaan audience sehingga dapat mendorong
terciptanya proses belajar pada diri audience.
F.
Langkah-Langkah
Penetapan Media
Langkah-langkah
dalam merancang pengembangan media promosi kesehatan adalah sebagai berikut :
1.
Menetapkan
Tujuan
Tujuan harus realistis, jelas, dan
dapat diukur (apa yang diukur, siapa sasaran yang akan diukur, seberapa banyak
perubahan akan diukur, berapa lama dan dimana pengukuran dilakukan). Penetapan
tujuan merupakan dasar untuk merancang media promosi dan merancang evaluasi
.
2.
Menetapkan
Segmentasi Sasaran
Segmentasi sasaran adalah suatu
kegiatan memilih kelompok sasaran yang tepat dan dianggap sangat menentukan
keberhasilan promosi kesehatan. Tujuannya antara lain memberikan pelayanan yang
sebaik-baiknya, memberikan kepuasan pada masing-masing segmen, menentukan
ketersediaan jumlah dan jangkauan produk, serta menghitung jenis dan penempatan
media.
3.
Memposisikan
Pesan (Positioning)
Memposisikan pesan adalah proses
atau upaya menempatkan suatu produk perusahaan, individu atau apa saja ke dalam
alam pikiran sasaran atau konsumennya. Positioning membentuk citra.
4.
Menentukan
Strategi Positioning
Identifikasi para pesaing, termasuk
persepsi konsumen, menentukan posisi pesaing, menganalisis preferensi khalayak
sasaran, menetukan posisi merk produk sendiri, serta mengikuti perkembangan
posisi.
5.
Memilih
Media Promosi Kesehatan
Pemilihan media didasarkan pada
selera khalayak sasaran. Media yang dipilih harus memberikan dampak yang luas.
Setiap media akan memberikan peranan yang berbeda. Penggunaan beberapa media
secara serempak dan terpadu akan meningkatkan cakupan, frekuensi, dan
efektivitas pesan.
G.
Fungsi dan Manfaat Media
Fungsi media pendidikan adalah untuk
tujuan instruksi dimana informasi yang terdapat dalam media itu harus
melibatkan peserta didik baik dalam benak, mental maupun dalam bentuk aktifitas
yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi.
Menurut “Kemp & Dayton (1985:28)” ada tiga fungsi utama yaitu:
memotivasi minat dan tindakan, menyajikan informai dan memberi instruksi. Pada
saat ini media pendidikan mempunyai fungsi sebagai berikut:
a.
Membantu
memudahkan belajar bagi siswa atau mahasiswa dan mengajar seperti guru atau
dosen.
b.
Memberikan pemahaman lebih nyata, yang abstrak serta dapat
menjadi kongkrit.
c.
Menarik perhatian sisawa atau mahasiswa, jalanya pelajaran
tidak membosankan.
d.
Semua indra siswa atau mahasiswa dapat diaktifkan, kelemahan
satu indra dapat diimbangi oleh kekuatan indra lainnya.
e.
Lebih menarik perhatian dan minat siswa atau mahasiswa dalam
belajar.
f.
Dapat membangkitkan dunia teori dengan realitanya.
Berdasarkan pendapat oleh beberapa ahli maka
Dr.Azhar Arsyad,M.A.
menarik kesimpulan dari penggunaan media pendidikan dalam proses belajar
mengajar yaitu antara lain:
1.
Memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
2.
Menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung
antara siswa atau mahasiswa dan lingkungannya dan kemungkinan sisawa atau
mahasiswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
3.
Dapat mengatasi keterbatasan indra, ruang dan waktu.
4.
Memberikan kesamaan pengalaman tentang peristiwa-peristiwa
yang dialami siswa atau mahasiswa di lingkungan mereka, serta memungkinkan
terjadinaya interaksi langsung dengan guru atau dosen, masyarakat dan
lingkungannya.
H.
Macam-Macam Media
Berdasarkan
Jenis
1)
Media
auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seprti
radio, cassette recorder, piringan hitam. Media tidak cocok untuk orang tua
atau mempunyai kelainan dengan pendengaran,
2)
Media
visual adalah media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini
ada yang menampilkan gambar diam seprti film setrip (film rangkai), slide (film
bingkai), foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang
menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, film kartun.
3)
Media
audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar, media
ini di bagi dalam :
a.
Audiovisual diam yaitu media yang menampilkan suara dan
gambar diam sepeti film bingkai suara, film rangkai suara, cetak suara.
b.
Audiovisual gerak yaitu media yang dapat menampikkan
unsur-unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video
cassette. Pembagian lain dari media ini adalah
1.
Audiovisual murni yaitu ; baik unsur suara maupun unsur
gambar berasal dari suatu sumber seperti film, video cassette.
2.
Audiovisual tidak murni yaitu yang unsur suara dan
unsur gambarnya berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara
dan unsur gambarnya bersumber dari slide proyektor.
Berdasarkan Daya Liput
Dilihat dari daya liputnya, media
dibagi dalam :
1)
Media dengan daya liput luas dan serentak, penggunaan media
ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak
dididk yang banyak dalam waktu yang sama.
2)
Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat,
media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus sepeti
film, sound slide, dan lain-lain.
3)
Media untuk pengajaran individual, media ini penggunaannya
hanya untuk seorang diri, termasuk media ini adalah modul berprogram dan
pengajaran melalui
komputer.
Berdasarkan Bahan Pembuatan
Dilihat dari bahan pembuatannya,
media dibagi dalam:
1)
Media sederhana, media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan
harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.
2)
Media komplek, media ini adalah media yang bahan dan alat
pembuatannya sulit di peroleh serta mahal harganya, sulit membuatntya, dan
penggunaannya memerlukan ketrampilan yang memadai.
Berdasarkan
Fungsinya
Media Cetak
1.
Booklet.
Media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dalam bentuk buku, baik berupa
tulisan maupun gambar. Sasaran
buklet adalah masyarakat yang dapat membaca.
2.
Leaflet.
Bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan yang terdiri
dari 200-400 kata dengan tulisan
cetak melalui
lembaran yang dilipat. Isi informasi dapat berupa kalimat, gambar, atau
kombinasi. Biasanya leaflet diberikan kepada sasaran setalah selesai
kuliah atau ceramah agar dapat digunakan sebagai pengingat pesan atau dapat
juga diberikan sewaktu ceramah untuk memperkuat pesan yang sedang disampaikan.
3.
Flyer
(selebaran), bentuk seperti leaflet, tetapi tidak dilipat.
4.
Flip
chart (lembar balik), biasanya dalam bentuk buku (menyerupai
kalender), setiap
lembar (halaman) berisi gambar yang diinformasikan dan lembar baliknya
(belakangnya) berisi kalimat sebagai pesan atau informasi yang berkaitan dengan
gambar tersebut. Lembar
balik ini biasanya digunakan untuk pertemuan kelompok dengan jumlah maksimal
peserta 30 orang. Flip chart biasanya digunakan untuk
pendidikan individu atau kelompok yang lebih kecil (kurang dari 5 orang).
5. Rubrik atau tulisan-tulisan pada
surat kabar atau majalah yang membahas suatu masalah kesehatan, atau hal-hal
yang berkaitan dengan kesehatan.
6. Poster. Bentuk media yang berisi
pesan-pesan atau informasi kesehatan yang biasanya ditempel didinding,
tempat-tempat umum, atau kendaraan umum. Biasanya isinya bersifat pemberitahuan
dan propaganda. Biasanya isinya bersifat pemberitahuan atau propaganda.
Poster sesuai untuk tindak lanjut dari pesan yang sudah disampaikan pada
waktu lalu. Jadi tujuan poster adalah untuk megingatkan kembali dan mengarahkan
pembaca kearah tindakan tertentu atau sebagai bahan diskusi kelompok.
7. Foto yang mengungkap informasi
kesehatan.
Media Elektronik
Jenis-jenis media elektronik yang dapat digunakan sebagai
media pendidikan kesehatan, antara lain adalah sebagai berikut :
1) Televisi. Penyampaian pesan
kesehatan melalui media televisi dapat berbentuk sandiwara, sinetron, forum
diskusi, pidato (ceramah), TV sport, dan kuis atau cerdas cermat.
2) Radio. Bentuk penyampaian informasi
diradio dapat berupa obrolan (tanya jawab), konsultasi kesehatan, sandiwara
radio, dan radio spot.
3) Video. Penyampaian informasi
kesehatan melalui video.
4) Slide. Slide dapat juga digunakan
untuk menyampaikan informasi-informasi kesehatan.
5) Film strip. Film strip
dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehtan.
Media
papan (billboard)
Media
papan yang dipasang ditempat-tempat umum dapat diisi pesan-pesan atau informasi
kesehatan. Media ini juga mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran seng
dan ditempel di kendaraan umum (bus dan taksi)
Media
hiburan
Penyampaian informasi kesehatan dapat dilakukan melalui media
hiburan, baik di luar gedung (panggung terbuka) maupun dalam gedung, biasanya
dalam bentuk dongeng, sosio drama, kesenian tradisional, dan pemeran
I.
Perilaku Kesehatan
Menurut
Becker. Konsep perilaku sehat ini merupakan pengembangan dari konsep perilaku
yang dikembangkan Bloom. Becker menguraikan perilaku kesehatan menjadi tiga
domain, yakni pengetahuan kesehatan (health knowledge), sikap terhadap
kesehatan (health attitude) dan praktek kesehatan (health practice). Hal ini
berguna untuk mengukur seberapa besar tingkat perilaku kesehatan individu yang
menjadi unit analisis penelitian. Becker mengklasifikasikan perilaku kesehatan
menjadi tiga dimensi :
1.
Pengetahuan
Kesehatan Pengetahuan tentang kesehatan mencakup apa yang diketahui oleh
seseorang terhadap cara-cara memelihara kesehatan, seperti pengetahuan tentang
penyakit menular, pengetahuan tentang faktor-faktor yang terkait. dan atau
mempengaruhi kesehatan, pengetahuan tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan
pengetahuan untuk menghindari kecelakaan.
2.
Sikap
terhadap kesehatan Sikap terhadap kesehatan adalah pendapat atau penilaian
seseorang terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan,
seperti sikap terhadap penyakit menular dan tidak menular, sikap terhadap
faktor-faktor yang terkait dan atau mempengaruhi kesehatan, sikap tentang
fasilitas pelayanan kesehatan, dan sikap untuk menghindari kecelakaan.
3.
Praktek
kesehatan Praktek kesehatan untuk hidup sehat adalah semua kegiatan atau
aktivitas orang dalam rangka memelihara kesehatan, seperti tindakan terhadap
penyakit menular dan tidak menular, tindakan terhadap faktor-faktor yang
terkait dan atau mempengaruhi kesehatan, tindakan tentang fasilitas pelayanan
kesehatan, dan tindakan untuk menghindari kecelakaan.
Selain
Becker, terdapat pula beberapa definisi lain mengenai perilaku kesehatan.
Menurut Solita, perilaku kesehatan merupakan segala bentuk pengalaman dan
interaksi individu dengan lingkungannya, khususnya yang menyangkut pengetahuan
dan sikap tentang kesehatan, serta tindakannya yang berhubungan dengan
kesehatan. Sedangkan Cals dan Cobb mengemukakan perilaku kesehatan sebagai:
“perilaku untuk mencegah penyakit pada tahap belum menunjukkan gejala
(asymptomatic stage)”.
Menurut
Skinner perilaku kesehatan (healthy behavior) diartikan sebagai respon
seseorang terhadap stimulus atau objek yang berkaitan dengan sehat-sakit,
penyakit, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan seperti lingkungan,
makanan, minuman, dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, perilaku kesehatan
adalah semua aktivitas atau kegiatan seseorang, baik yang dapat diamati
(observable) maupun yang tidak dapat diamati (unobservable), yang berkaitan
dengan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Pemeliharaan kesehatan ini
mencakup mencegah atau melindungi diri dari penyakit dan masalah kesehatan
lain, meningkatkan kesehatan, dan mencari penyembuhan apabila sakit atau terkena
masalah kesehatan
Perilaku
sehat adalah sifat pribadi seperti kepercayaan, motif, nilai, persepsi dan
elemen kognitif lainnya yang mendasari tindakan yang dilakukan individu untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatannya, termasuk pencegahan penyakit, perawatan
kebersihan diri, penjagaan kebugaran melalui olah raga dan makanan bergiz.
Perilaku sehat diperlihatkan oleh individu yang merasa dirinya sehat meskipun
secara medis belum tentu mereka betul-betul sehat.
Perilaku
kesehatan pada dasarnya adalah suatu respon seseorang terhadap stimulus yang
berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan, serta
lingkungan. Secara lebih rinci perilaku kesehatan mencakup :
1)
Perilaku
seseorang terhadap sakit dan penyakit yaitu bagaimana manusia merespon
baik secara pasif maupun aktif sehubungan dengan sakit dan penyakit. Perilaku
ini dengan sendirinya berhubungan dengan tingkat pencegahan penyakit
a. Perilaku sehubungan dengan
peningkatan dan pemeliharaan kesehatan misalnya makan makanan bergizi, dan
olahraga.
b. Perilaku pencegahan penyakit
misalnya memakai kelambu untuk mencegah malaria, pemberian imunisasi. Termasuk
juga perilaku untuk tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
c. Perilaku sehubungan dengan
pencarian pengobatan misalnya usaha mengobati penyakitnya sendiri, pengobatan
di fasilitas kesehatan atau pengobatan ke fasilitas kesehatan tradisional.
d. Perilaku sehubungan dengan
pemulihan kesehatan setelah sembuh dari penyakit misalnya melakukan diet,
melakukan anjuran dokter selama masa pemulihan.
2)
Perilaku
terhadap sistem pelayanan kesehatan. Perilaku ini mencakup respon terhadap
fasilitas pelayanan, cara pelayanan, petugas kesehatan dan obat – obat.
3)
Perilaku
terhadap makanan. Perilaku ini mencakup pengetahuan, persepsi, sikap dan
praktek terhadap makanan serta unsur – unsur yang terkandung di dalamnya.,
pengelolaan makanan dan lain sebagainya sehubungan dengan tubuh kita.
4)
Perilaku
terhadap lingkungan sehat adalah respon seseorang terhadap
lingkungan sebagai salah satu determinan kesehatan manusia. Lingkup perilaku
ini seluas lingkup kesehatan lingkungan.itu sendiri.
Dari
batasan ini perilaku kesehatan dapat diklasifikan menjadi 3 kelompok:
1.
Perilaku
Pemeliharaan Kesehatan (health maintenance)
Adalah perilaku atau
usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit
dan usaha untuk penyembuhan bilamana sakit. Oleh sebab itu perilaku
pemeliharaan kesehatan ini terdiri dari 3 aspek :
a.
Perilaku
pencegahan penyakit, dan penyembuhan penyakit bila sakit, serta pemulihan
kesehatan bilamana telah sembuh dari penyakit.
b.
Perilaku
peningkatan kesehatan, apabila seseorang dalam keadaan sakit.
c.
Perilaku
gizi (makanan dan minuman).
2.
Perilaku
Pencarian dan Penggunaan Sistem atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau Sering
disebut Perilaku Pencarian pengobatan (Heath Seeking Behavior). Adalah
menyangkut upaya atau tindakan seseorang pada saat menderita dan atau
kecelakaan. Tindakan atau perilaku ini dimulai dari mengobati sendiri (self
treatment) sampai mencari pengobatan ke luar negeri.
3.
Perilaku
Kesehatan Lingkungan
Adalah bagaimana seseorang
merespon lingkungan, baik lingkungan fisik maupun sosial budaya dan bagaimana,
sehingga lingkungan tersebut tidak mempengaruhi kesehatannya. Seorang ahli lain
(Becker, 1979) membuat klasifikasi lain tentang perilaku kesehatan ini.
a. Perilaku hidup sehat
Adalah perilaku-perilaku yang
berkaitan dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan
meningkatikan kesehatannya. Perilaku ini mencakup antar lain :
1)
Menu
seimbang
2)
Olahraga
teratur
3)
Tidak
merokok
4)
Tidak
minum-minuman keras dan narkoba
5)
Istirahat
yang cukup
6)
Mengendalian
stress
7)
Perilaku
atau gaya hidup lain yang positif bagi kesehatan
b.
Perilaku
Sakit
Mencakup respon seseorang
terhadap sakit dan penyakit. Persepsinya terhadap sakit, pengetahuan tentang penyebab
dan gejala penyakit, pengobatan penyakit dan sebagainya, dsb.
c.
Perilaku
peran sakit (the sick role behavior)
Perilaku ini mencakup:
1)
Tindakan
untuk memperoleh kesembuhan
2)
Mengenal/mengetahui
fasilitas atau sasaran pelayanan penyembuhan penyakit yang layak.
3)
Mengetahui
hak (misalnya: hak memperoleh perawatan, dan pelayanan kesehatan).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
(bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan
perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Media pendidikan kesehatan adalah alat untuk menyampaikan
informasi kesehatan dan di gunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan
bagi masyarakat atau klien. Secara garis
besar alat bantu pendidikan dikelompokan menjadi: alat bantu lihat (visual aids), alat bantu
dengar (audio aids),
alat bantu lihat dengar (audio visual aids)
Sedangkan
Perilaku adalah respon individu terhadap suatu stimulus atau suatu tindakan
yang dapat diamati dan mempunyai frekuensi spesifik, durasi dan tujuan dan baik
disadari maupun tidak.
Hubungan
kesehatan dengan perilaku sangatlah erat dan saling berkesinambungan, individu
yang sehat akan tercermin dari perilaku yang sehat pula. Sebaliknya juga begitu
perilaku yang sehat akan mencerminkan individu dengan kualitas hidup baik.
B.
Saran
Keterbatasan informasi
dan ketelitian kami dalam menyusun makalah ini, menjadi sebab adanya
kekurangan-kekurangan yang tidak dapat kami hindari. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran dari penambahan wawasan bagi kami.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI. Jakarta: Bursa
Buku FK-UI
Iqbal Mubarak, Wahit. 2007. Promosi Kesehatan.
Yogyakarta : Graha Ilmu
Kholid, ahmad. 2014. Promosi
kesehatan. Jakarta: rajawali pers
Maulana, Herry.( 2007 ). Promosi Kesehatan.
Jakarta : EGC
Notoatmodjo, Soekidjo, & Sarwono, Solita. 1985. Pengantar Ilmu
Perilaku Kesehatan. Jakarta:
Badan Penerbit Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia. Hlm. 23
No comments:
Post a Comment