Tuesday, April 24, 2018

KETERAMPILAN MEMBINA HUBUNGAN BAIK


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar belakang
Membina hubungan baik adalah dasar dari pemberian konseling pada klien. Dengan adanya hubungan yang baik akan menciptakan hubungan keterbukaan dari klein terhadap bidan. Selain itu juga tujuan dari membina hubungan baik adalah untuk memahami sikap dan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam membina hubungan baik, menerapkan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam membina hubungan baik
Keterampilan membina hubungan baik merupakan dasar dari proses komunikasi interpersonal bidan dan klien, keluarga klien, toko masyarakat dan lain-lain, sehingga memudahkan klien memahami saran bidan.

1.2    Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan membina hubungan baik?
2.      Apa tujuan dari membina hubungan baik?
3.      Bagaimana cara untuk membantu klien merasa aman setelah membuka informasi pribadinya?
4.      Bagaimana hubungan yang bersifat tidak pasti atau permanen?

1.3    Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa dimaksud dengan membina hubungan baik.
2.      Untuk mengetahui tujuan dari membina hubungan baik.
3.      Untuk mengetahui bagaimana cara untuk membantu klien merasa aman setelah membuka informasi pribadinya.
4.      Untuk mengetahui bagaimana hubungan yang bersifat tidak pasti atau permanen.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Membina hubungan baik merupakan fondasi atau dasar dalam melakukan komunikasi interpersenonal. Membina hubungan baik dilakukan oleh bidan sejak kontak awal dengan klien dan harus dipertahankan. Yang harus dimiliki oleh bidan untuk membina hubungan baik dengan klien adalah sebagai berikut:
1.         Perilaku respon positif yang mendukung terciptanya hubungan baik meliputi bersalaman dengan rama, mempersilakan duduk, bersabar, tidak memotong pembicaraan, menjaga kerahasiaan klien, tidak melakukan penilaian, mendengar dengan penuh perhatian, menanyakan alasan kedatangan klien, serta menghargai apapun pertanyaan maupun pendapat klien.
Sebaliknya perilaku respon yang tidak mendukung terciptanya hubungan baik antara lain menasehati, berkotbah, menyalahkan, interogasi terhadap klien, banyak bertanya kenapa, mengarahkan, berahli kelain topik, membuang muka, menjaga jarak dengan klien, menguap di depan klien dengan cara yang tidak sopan, bergerak terlalu banyak, tidak ada ekspresi wajah. 
2.         Sikap hangat, menghormati, menerima klien apa adanya, empati dan tulus.
3.         Menunujukan tanda perhatian verbal, seperti mengklarifikasi atau mengulangi kembali kata-kata klien.
4.         Menjalin kerjasama, dengan kerjasama bidan dapat mencari data klien dengan lebih muda karena klien lebih terbuka.
5.         Memberi respon yang positif, pujian dan dukungan karena akan menunjukan bahwa bidan memberi perhatian.
Tindakan yang dibiasakan sebagai seorang bidan adalah memberikan pujian dan dukungan. Pujian dimaksudkan untuk memberikan penghargaan, kekaguman dan persetujuan atas tindakan yang dilakukan klien. Memberi dukungan adalah memberi dorongan,  kepercayaan dan harapan.


2.2  Tujuan
Adapun tujuan dalam membina hubungan baik antara lain:
1.         Memahami sikap dan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam mebina hubungan baik
2.         Menerapkan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam membina hubungan baik
3.         Membina hubungan baik.

2.3 Ada tiga cara yang membantu klien merasa aman setelah membuka informasi pribadinya:
1)      Mengakhiri pembicaran secara halus
Konselor perlu mengetahui proses mengakhiri pembicaraan yang biasanya berlangsung. Ketika mendekati akhir sebuah pembicraan konseling, sebaiknya konselor:
v  Memberi tanda bahwa pembicaraan akan berakhir
v  Membuat rangkuman
v  Mengatakan bahwa hasil pembicaraan tidak harus dipraktekan
v  Memberi penegasan
v  Mengajak untuk melanjutkan pembicaran diwaktu lain
v  Memberi pernyataan tertutup
v  Mengubah topik pembicaraan
2)      Memperhatikan kelangsungan hubungan dimasa yang akan datang
Ketika mengetahui bahwa anda adalah seorang pendengar yang baik, klien mungkin akan berbicara lagi dengan anda diwaktu lain. Pada umumnya keinginan itu tidak akan menimbulkan masakah bagi anda jika klien tidak terlalu sering melakukannya.
3)      Menunjuk konselor yang lebih kompeten
Ketika klien datang kepada konselor berulangkali dan menceritakan hal yang sama, maka konselor harus menyadari bahwa klien membutuhkan bantuan khusus dari  konselor yang lebih kompeten.




2.4 Hubungan bersifat tidak pasti atau permanen
Hubungan memiliki faktor-fakotr yang membantu untuk menentukan batas teritori percakapan kita:
1.    Faktor-faktor yang membantu untuk menentukan batas teritori percakapan:
Ø Status
Status adalah kedudukan yang anda akui pada orang lain dikaitkan dengan anda. Anda melihat diri anda sendiri tinggi atau rendah dalam status hubungan anda dengan orang lain. Orang memberi status pada orang lain. Status adalah bukti derajat penghargaan, keakraban atau penolakan terhadap orang lain.
Ø Kekuatan
Kekuatan adalah kendali manusia untuk mendesak satu sama lain. Jika anda dapat mempengaruhi atau mengendalikan sikap seseorang dengan segala cara maka anda mempunyai kekuatan atas mereka.
Ø Peran
Peran adalah perilaku yang diharapkan seseorang terhadap orang lainnya. Orang cenderung bercakap-cakap dengan orang lain sesuai perannya. Misalnya, jika anda seorang bidan maka orang akan cenderung bercakap-cakap dengan anda sesuai peran anda sebagai seorang bidan.
Ø Kegemaran
Percakapan bakal berhasil pada orang yang walau tidak saling mngenal tetapi memiliki kegemaran yang sama, sehingga dapat terjalin suatu hubungan.

2.    Sikap dan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam membina hubungan baik
Dalam membina hubungan baik antar sesama, sikap dan perilaku dasar yang dibutuhkan seorang bidan yaitu dapat menerapkan SOLER dalam melakukan komunikasi dengan klien. Soler merupakan akronim dari :
S :   Face your client squarely (menghadap ke klien) dan smile atau nod at client (senyum atau mengangguk ke klien)
O :  Open and non judgemental facial expression (ekspresi muka menunjukan sikap  terbuka dan tidak menilai)
L :  Lean towards client atau tubuh condong ke klien
E : Eye contact in alcutullary acceptable manner (kontak mata atau tatap mata sesuai cara, budaya setempat)
R : Relaxed and friendy manner (santai dan sikap bersahabat)
Intonasi dan volume suara dapat mnecerminkan sikap hangat/tidaknya seseorang. Suara yang keras, menggebu-gebu, kurang menunujukan kehangatan dibandingkan dengan volume dan intonasi suara yang lembut, tidak terlalu keras. 


BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Membina hubungan baik merupakan fondasi atau dasar dalam melakukan komunikasi interpersonal. Membina hubungan baik dilakukan oleh bidan sejak kontak awal dengan klien dan harus dipertahankan.
Tindakan yang dibiasakan sebagai seorang bidan adalah memberikan pujian dan dukungan. Pujian dimaksudkan untuk memberikan penghargaan, kekaguman dan persetujuan atas tindakan yang dilakukan klien. Memberi dukungan adalah memberi dorongan,  kepercayaan dan harapan.
Intonasi dan volume suara dapat mnecerminkan sikap hangat/tidaknya seseorang. Suara yang keras, menggebu-gebu, kurang menunujukan kehangatan dibandingkan dengan volume dan intonasi suara yang lembut, tidak terlalu keras.

3.2  Saran
Agar mahasiswa mampu untuk menerapkan cara membina hubungan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.







DAFTAR PUSTAKA
Yulifah, Rita.2009.KOMUNIKASI DAN KONSELING DALAM  KEBIDANAN.Jakarta:Salemba Medika
Modul PJJ KDPK Konsep Dan Bentuk Komunikasi








No comments:

Post a Comment

STRESS DAN COPING

BAB I PENDAHULUAN    A.    Latar Belakang Sesuatu hal dapat terjadi pada setiap orang, baik hal yang buruk ataupun baik, seperti k...