BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Membina
hubungan baik adalah dasar dari pemberian konseling pada klien. Dengan adanya
hubungan yang baik akan menciptakan hubungan keterbukaan dari klein terhadap
bidan. Selain itu juga tujuan dari membina hubungan baik adalah untuk memahami
sikap dan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam membina hubungan baik, menerapkan
perilaku dasar yang dibutuhkan dalam membina hubungan baik
Keterampilan
membina hubungan baik merupakan dasar dari proses komunikasi interpersonal
bidan dan klien, keluarga klien, toko masyarakat dan lain-lain, sehingga
memudahkan klien memahami saran bidan.
1.2
Rumusan masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan membina hubungan baik?
2.
Apa
tujuan dari membina hubungan baik?
3.
Bagaimana
cara untuk membantu klien merasa aman setelah membuka informasi pribadinya?
4.
Bagaimana
hubungan yang bersifat tidak pasti atau permanen?
1.3
Tujuan
1.
Untuk
mengetahui apa dimaksud dengan membina hubungan baik.
2.
Untuk
mengetahui tujuan dari membina hubungan baik.
3.
Untuk
mengetahui bagaimana cara untuk membantu klien merasa aman setelah membuka
informasi pribadinya.
4.
Untuk
mengetahui bagaimana hubungan yang bersifat tidak pasti atau permanen.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Membina hubungan baik merupakan fondasi atau dasar dalam
melakukan komunikasi interpersenonal. Membina hubungan baik dilakukan oleh
bidan sejak kontak awal dengan klien dan harus dipertahankan. Yang harus
dimiliki oleh bidan untuk membina hubungan baik dengan klien adalah sebagai
berikut:
1.
Perilaku
respon positif yang mendukung terciptanya hubungan baik meliputi bersalaman
dengan rama, mempersilakan duduk, bersabar, tidak memotong pembicaraan, menjaga
kerahasiaan klien, tidak melakukan penilaian, mendengar dengan penuh perhatian,
menanyakan alasan kedatangan klien, serta menghargai apapun pertanyaan maupun
pendapat klien.
Sebaliknya
perilaku respon yang tidak mendukung terciptanya hubungan baik antara lain
menasehati, berkotbah, menyalahkan, interogasi terhadap klien, banyak bertanya
kenapa, mengarahkan, berahli kelain topik, membuang muka, menjaga jarak dengan
klien, menguap di depan klien dengan cara yang tidak sopan, bergerak terlalu
banyak, tidak ada ekspresi wajah.
2.
Sikap
hangat, menghormati, menerima klien apa adanya, empati dan tulus.
3.
Menunujukan
tanda perhatian verbal, seperti mengklarifikasi atau mengulangi kembali
kata-kata klien.
4.
Menjalin
kerjasama, dengan kerjasama bidan dapat mencari data klien dengan lebih muda
karena klien lebih terbuka.
5.
Memberi
respon yang positif, pujian dan dukungan karena akan menunjukan bahwa bidan
memberi perhatian.
Tindakan yang
dibiasakan sebagai seorang bidan adalah memberikan pujian dan dukungan. Pujian
dimaksudkan untuk memberikan penghargaan, kekaguman dan persetujuan atas
tindakan yang dilakukan klien. Memberi dukungan adalah memberi dorongan, kepercayaan dan harapan.
2.2 Tujuan
Adapun tujuan dalam membina hubungan baik antara lain:
1.
Memahami
sikap dan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam mebina hubungan baik
2.
Menerapkan
perilaku dasar yang dibutuhkan dalam membina hubungan baik
3.
Membina
hubungan baik.
2.3
Ada tiga cara yang membantu klien merasa aman setelah membuka informasi
pribadinya:
1)
Mengakhiri
pembicaran secara halus
Konselor
perlu mengetahui proses mengakhiri pembicaraan yang biasanya berlangsung.
Ketika mendekati akhir sebuah pembicraan konseling, sebaiknya konselor:
v
Memberi
tanda bahwa pembicaraan akan berakhir
v
Membuat
rangkuman
v
Mengatakan
bahwa hasil pembicaraan tidak harus dipraktekan
v
Memberi
penegasan
v
Mengajak
untuk melanjutkan pembicaran diwaktu lain
v
Memberi
pernyataan tertutup
v
Mengubah
topik pembicaraan
2)
Memperhatikan
kelangsungan hubungan dimasa yang akan datang
Ketika
mengetahui bahwa anda adalah seorang pendengar yang baik, klien mungkin akan
berbicara lagi dengan anda diwaktu lain. Pada umumnya keinginan itu tidak akan
menimbulkan masakah bagi anda jika klien tidak terlalu sering melakukannya.
3)
Menunjuk
konselor yang lebih kompeten
Ketika
klien datang kepada konselor berulangkali dan menceritakan hal yang sama, maka
konselor harus menyadari bahwa klien membutuhkan bantuan khusus dari konselor yang lebih kompeten.
2.4 Hubungan bersifat tidak pasti atau permanen
Hubungan
memiliki faktor-fakotr yang membantu untuk menentukan batas teritori percakapan
kita:
1.
Faktor-faktor
yang membantu untuk menentukan batas teritori percakapan:
Ø Status
Status
adalah kedudukan yang anda akui pada orang lain dikaitkan dengan anda. Anda
melihat diri anda sendiri tinggi atau rendah dalam status hubungan anda dengan
orang lain. Orang memberi status pada orang lain. Status adalah bukti derajat
penghargaan, keakraban atau penolakan terhadap orang lain.
Ø Kekuatan
Kekuatan
adalah kendali manusia untuk mendesak satu sama lain. Jika anda dapat
mempengaruhi atau mengendalikan sikap seseorang dengan segala cara maka anda
mempunyai kekuatan atas mereka.
Ø Peran
Peran
adalah perilaku yang diharapkan seseorang terhadap orang lainnya. Orang
cenderung bercakap-cakap dengan orang lain sesuai perannya. Misalnya, jika anda
seorang bidan maka orang akan cenderung bercakap-cakap dengan anda sesuai peran
anda sebagai seorang bidan.
Ø Kegemaran
Percakapan
bakal berhasil pada orang yang walau tidak saling mngenal tetapi memiliki
kegemaran yang sama, sehingga dapat terjalin suatu hubungan.
2.
Sikap
dan perilaku dasar yang dibutuhkan dalam membina hubungan baik
Dalam
membina hubungan baik antar sesama, sikap dan perilaku dasar yang dibutuhkan
seorang bidan yaitu dapat menerapkan SOLER
dalam melakukan komunikasi dengan klien. Soler merupakan akronim dari :
S : Face your
client squarely (menghadap ke klien) dan smile atau nod at client (senyum atau mengangguk
ke klien)
O : Open and non
judgemental facial expression (ekspresi muka menunjukan sikap terbuka dan tidak menilai)
L : Lean towards client atau tubuh condong ke
klien
E : Eye contact in alcutullary acceptable manner (kontak
mata atau tatap mata sesuai cara, budaya setempat)
R
: Relaxed and friendy manner (santai dan sikap bersahabat)
Intonasi dan volume suara dapat mnecerminkan sikap
hangat/tidaknya seseorang. Suara yang keras, menggebu-gebu, kurang menunujukan
kehangatan dibandingkan dengan volume dan intonasi suara yang lembut, tidak
terlalu keras.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Membina hubungan baik merupakan fondasi atau dasar dalam
melakukan komunikasi interpersonal. Membina hubungan baik dilakukan oleh bidan
sejak kontak awal dengan klien dan harus dipertahankan.
Tindakan yang
dibiasakan sebagai seorang bidan adalah memberikan pujian dan dukungan. Pujian
dimaksudkan untuk memberikan penghargaan, kekaguman dan persetujuan atas
tindakan yang dilakukan klien. Memberi dukungan adalah memberi dorongan, kepercayaan dan harapan.
Intonasi dan
volume suara dapat mnecerminkan sikap hangat/tidaknya seseorang. Suara yang
keras, menggebu-gebu, kurang menunujukan kehangatan dibandingkan dengan volume
dan intonasi suara yang lembut, tidak terlalu keras.
3.2 Saran
Agar mahasiswa
mampu untuk menerapkan cara membina hubungan yang baik dalam kehidupan
sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Yulifah, Rita.2009.KOMUNIKASI
DAN KONSELING DALAM KEBIDANAN.Jakarta:Salemba
Medika
Modul PJJ KDPK Konsep Dan Bentuk Komunikasi
http://faridaiktimbar.blogspot.comketerampilan-membina-hubungan-baik.html
No comments:
Post a Comment