Tuesday, April 24, 2018

PERKEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA


BAB I
PENDAHULUAN

   A.    Latar Belakang
Kesehatan masyarakat merupakan salah satu modal pokok dalam rangka pertumbuhan dan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan hal ini secara optimal diselenggarakan upaya kesehatan.
Sebelum kita membahas tentang teori Kesehatan masyarakat maka sebaiknya kita membahas sejarah perkembangan kesehatan masyarakat. Karena perkembangan Promosi Keseharan tidak terlepas dari perkembangan Kesehatan Masyarakat khususnya di Indonesia.  Hal ini dapat dipahami karena Visi  Promosi Kesehatan yang tertuang dalam berbagai konvensi Internasional Promosi Kesehatan, mulai dari Konferensi Promosi Kesehatan pertama di Ottawa, Canada Tahun 1986 yang menerbitkan ’The Otawa Charter’. Konferensi kedua di Adelaide, Australia tahun 1988 yang mengeluarkan  ”Adelaide Recommendation”. Konferensi Ketiga di Sundsvall,  Swedia  tahun 1991 dan Konferensi yang terakhir atau keempat di Jakarta tahun 1997 dengan menerbitkan ’The Jakarta Declaration’ adalah merubah ’lingkungan yang memepengaruhi kesehatan’ yang tertuang dalam ’The Five Ottawa Charter Strategies’ diantaranya adalah ’built healthy public policy, create supportive enviroment, dan strengthen community action’ (The Jakarta Declaration, 1997).
Konsep kesehatan masyarakat visi terbesarnya yang dapat merubah sistem atau yang besar pengaruhnya dalam mempengaruhi kesehatan adalah faktor lingkungan diantara faktor-faktor prilaku, pelayanan kesehatan dan faktor hereditas (Blum, dalam Gani, 2000).
 Maksud dari uaraian diatas bahwa paradigma atau pola pikir Kesehatan Masyarakat maupun Promosi Kesehatan adalah sama yaitu merubah lingkungan atau sistem tatanan kesehatan secara komprehensif atau holistik (menyeluruh).  Dengan kata lain peran Promosi Kesehatan dalam kesehatan adalah mengintervensi berbagai faktor derajat kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Notoatmodjo, 2005). Untuk itu wajarlah bila kita membahas sedikit mengenai perkembangan kesehatan masyarakat.


   B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia ?

   C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia


BAB II
TINJAUAN TEORI

   A.    Perkembahangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia.

1.      Masa Pra Kemerdekaan.
Pada  tahun 1807 Gubernur Jendral Daendels melakukan pelatihan praktik persalinan pada para dukun bayi. Pada tahun 1851 didirikan sekolah dokter Jawa di Batavia yaitu STOVIA. Tahun 1888 di Bandung didirikan Pusat Laboratorium Kedokteran yang selanjutnya menjadi Lembaga Eykman sekarang. Pada Tahun 1913 didirikan Sekolah Dokter Belanda yaitu NIAS di Surabaya. Tahun 1922 terjadi wabah Pes, sehingga tahun 1933-1935 diadakan pemberantasan Pes dengan DDT dan vaksinasi massal.
Hasil penyelidikan Hydric, petugas kesehatan pemerintah waktu itu, penyebab kesakitan dan kematian yang terjadi di Banyumas adalah kondisi sanitasi, lingkungan dan perilaku penduduk  yang sangat buruk. Hydric kemudian mengembangankan percontohan dan propaganda kesehatan.

2.      Masa Era Kemerdekaan.
a.      Pra Reformasi.

1)      Masa Orde Lama
Pada tahun 1951 konsep bandung Plan diperkenalkan oleh dr. Y. Leimena dan dr. Patah, yaitu konsep pelayanan yang menggabungkan antara pelayanan kuratif dan preventif. Tahun 1956 didirikanlah proyek Bekasi oleh dr. Y. Sulianti di Lemah Abang, yaitu model pelayanan kesehatan pedesaan dan pusat pelatihan tenaga. Kemudian didirikan Health Centre (HC) di 8 lokasi, yaitu di Indrapura (Sumut), Bojong Loa (Jabar), Salaman (Jateng), Mojosari (Jatim), Kesiman (Bali), Metro (Lampung), DIY dan Kalimatan Selatan. Pada tanggal 12 November 1962 Presiden Soekarno mencanangkan program pemberantasan malaria dan pada tanggal tersebut menjadi Hari Kesehatan Nasional (HKN).

2)      Masa Orde Baru.
Konsep Bandung Plan terus dikembangkan,  tahun 1967 diadakan seminar konsep  Puskesmas.  Pada tahun 1968 konsep Puskesmas ditetapkan dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional dengan disepakatinya bentuk Puskesmas yaitu Tipe A, B & C. Kegiatan Puskesmas saat itu dikenal dengan istilah ’Basic’. Ada Basic 7, Basic 13 Health Service yaitu : KIA, KB, Gizi Mas., Kesling, P3M, PKM, BP, PHN, UKS, UHG, UKJ, Lab, Pencatatan dan Pelaporan. Pada tahun 1969, Tipe Puskesmas menjadi A & B. Pada tahun 1977 Indonesia ikut menandatangi kesepakatan Visi : ”Health For All By The Year 2000”, di Alma Ata, negara bekas Federasi Uni Soviet, pengembangan dari konsep ” Primary Health Care”. Tahun 1979 Puskesmas tidak ada pen’Tipe’an, dan dikembangkan piranti manajerial Perencanaan dan penilaian Puskesmas yaitu ’ Micro Planning’ dan Stratifikasi Puskesmas. Pada tahun 1984 dikembangkan Posyandu, yaitu pemngembangan dari pos penimbangan dan karang gizi. Posyandu dengan 5 programnya yaitu, KIA, KB, Gizi, Penangulangan  Diare dan Imunisasi dengan 5 Mejanya (Notoadmodjo, 2005). Pada waktu-waktu selanjutnya Posyandu bukan saja untuk pelayanan Balita tetpai juga untuk pelayanan ibu hamil. Bahkanpada waktu-waktu tertentu untuk promosi dan distribusi Vit.A, Fe, Garam Yodium, dan suplemen gizi lainnya.  Bahkan Posyandun saat ini juga menjadi andalah kegiatan penggerakan masyarakat (mobilisasi sosial) seperti PIN, Campak, Vit A, dsb. 

b.      Reformasi.
Waktu terus bergulir, tahun 1997 Indonesia mengalami krisis ekonomi. Kemiskinan meningkat, kemampuan daya beli masyarakat rendah, menyebabkan akses ke pelayanan kesehatan renda, kemudian dikembangkan program kesehatan untuk masyarakat miskin yaitu, JPS-BK. Tahun 1998 Indonesia mengalami reformasi berbagai bidang termasuk pemerintahan dan menjadi negara dermokrasi. Tahun 2001 otonomi daerah mulai dilaksanakan, sehingga dilapangan program-prorgam kesehatan bernunasa desentralisasi dan sebagai konsekuensi negara demokrasi, program-program kesehatan juga banyak yang bernuasa ’politis’. Tahun 2003 JPS-BK kemudian penjadi PKPS-BBM Bidang Kesehatan, tahun 2005 berubah lagi menjadi Askeskin. Pada saat itu juga dikembangkan Visi Indonesia Sehat Tahun 2010 dengan Paradigma Sehat. Puskesmas dan Posyandu masih tetap eksis, bahkan Posyandu menjadi andalan ujung tombak ’mobilisasai sosial’ bidang kesehatan. Dalam era otonomi dan demokrasi menuntut akutanbilitas dan kemitraan, sehingga berkembang LSM-LSM baik bidang kesehatan, maupun bukan untuk menuntut akutanbilitas tersebut dalam berbagai bentuk partisipasi. Sebagai ’partnersship’ LSM-LSM tersebut program kesehatan yang bertanggung jawab adalah Promosi Kesehatan. Promosi Kesehatan harus menjadi ujung tombak mewakili program kesehatan secara keseluruhan, baik sebagai pemasaran-sosial Visi Indonesia Sehat 2010 untuk merubah paradigma  (Paradigma Sehat)petugas kesehatan dan masyarakat. Tugas lain promosi kesehatan melakukan advokasi, komunikasi kesehatan dan mobilisasi sosial, baik kepada pihak legislatif, eksekutif maupun masyarakat itu sendiri. Terutama melalui kemitraan dengan LSM-LSM tersebut. Dengan kata lain pada era otonomi/desentralisasi saat ini sektor kesehatan harus diperjuangkan juga secara politik karena sebenarnya saat ini bidang kesehatan disebut juga sebagai era ’Political Health’, maka peranan promosi kesehatan sangat menonjol dalam ikut mengakomodasi upaya tersebut dengan berbagai strategi.












 Era Perkembangan Kesehatan Masyarakat


Unsur
Pengembangan
Empirical
Health Era
< 1850
Basic Science Era
(1850-1900)
Clinical Science Era (1900-1950)
Public Health Science Era
(1950-1900)
Political Science Era > 1900
Titik Berat Pelayanan
Gejala-Gejala Penyakit
Bakteri & Penyakit
Pasien (Penderita)
Masyarakat/ penduduk
Masyarakat dan Lingkungan Kesehatan
Cara Penyelanggaraan Pendidikan
Mengikuti petunjuk secara mutlak dari pengajar
Diagnosa Laboratorim
Polikinilk/ Balai Pengobatan sebagai tempat praktik
Kelinik & balai Kesehatan Masyarakat dan masyakrakjat sebagai tempat praktik
RS Pendidikan dan daerah lokasi praktik
Penelitian dan Pengembangan
Pengalaman Empiris (historical)
Pengembangan Laboratorim
Pengembangan Iptek Kedokteran
Pengembangan masyarakat dan dengan pengembangan tolok ukur dan kreteria-kreteria
Selain pengembangan Iptek Kedokteran dan masy, juga dikembangankan bidang ilmu yang lain seperti ekonomi, sosial dan politik.





BAB III
PENUTUP

   A.    Kesimpulan
Perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia dimulai dari :
1.      Masa Pra Kemerdekaan.
Pada  tahun 1807 Gubernur Jendral Daendels melakukan pelatihan praktik persalinan pada para dukun bayi. Pada tahun 1851 didirikan sekolah dokter Jawa di Batavia yaitu STOVIA.

2.      Masa Era Kemerdekaan
a.       Pra Reformasi.
1)     Masa Orde Lama
Pada tahun 1951 konsep bandung Plan diperkenalkan oleh dr. Y. Leimena dan dr. Patah, yaitu konsep pelayanan yang menggabungkan antara pelayanan kuratif dan preventif..
2)     Masa Orde Baru.
Konsep Bandung Plan terus dikembangkan,  tahun 1967 diadakan seminar konsep  Puskesmas.  Pada tahun 1968 konsep Puskesmas ditetapkan dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional dengan disepakatinya bentuk Puskesmas yaitu Tipe A, B & C. Kegiatan Puskesmas saat itu dikenal dengan istilah ’Basic’.


b.      Reformasi.
   
   B.     Saran
Makalah ini semoga berguna bagi pembaca khususnya bagi mahasiswa. Penulis memberikan saran agar dalam ilmu kesehatan maupun ilmu alam lainnya penting untuk dipahami, diharapkan bagi setiap mahasiswa agar lebih banyak membaca dan mencari tahu sehingga mahasiswa mampu memahami tentang pentingnya perkembangan kesehatan masyarakat di indonesia, serta ilmu-ilmu kesehatan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Kumpulan Materi Kesehatan Masyarakat Bahan Bacaan Jurusan Kebidanan Politeknik Makasar
Entjang, Indah , 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung : Citra Aditya Bakti
           


No comments:

Post a Comment

STRESS DAN COPING

BAB I PENDAHULUAN    A.    Latar Belakang Sesuatu hal dapat terjadi pada setiap orang, baik hal yang buruk ataupun baik, seperti k...