Tuesday, April 24, 2018

KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.
1.2.Tujuan
            1.2.1. Tujuan umum
Mengetahui serta memahami tentang Konsep Dasar Kewirausahaan
1.2.2.      Tujuan Khusus
1)      Menjelaskan arti dari kewirausahaan
2)      Menjelaskan tujuan dari kewirausahaan
3)      Menjelaskan manfaat dari kewirausahaan
4)      menjelaskan keuntungsn dan kelemahan dari kewirausahaan
5)      Menjelaskan sasaran dari kewirausahaan
6)      Menjelaskan ruang lingkup kewirausahaan
7)      Menjelaskan karakter dari kewirausahaan



BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Kewirausahaan
Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Ia juga memiliki leutamaan, kreatifitas, dan teladan dalam menangani usaha atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada kemampuan sendiri atau kemandiriannya. Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi inikewirausahaan adalah lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
2.2. Tujuan Kewirausahaan
Bahan ajar mata diklat Kewirausahaan dapat diajarkan dan dikembangkan di Sekolah-sekolah Dasar, Sekolah Menengah, Perguruan Tinggi, dan di berbagai kursus bisnis. Di dalam pelajaran Kewirausahaan, para siswa diajari dan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis, agar mereka menjadi seorang wirausaha yang berbakat. Agar lebih jelas, di bawah ini diuraikan tujuan dari kewirausahaan, sebagai berikut:
1.             Meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
2.             Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
3.             Menumbuh kembangkan kesadaran dan orientasi kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap para siswa dan masyarakat.
2.3. Manfaat Kewirausahaan
a.         Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran. 
b.         Memberi contoh bagaiamana harus bekerja keras, tekun, tetapi tidak melupakan perintah agama. 
c.         Berusaha mendidik masyarakat agar hidup secara efisien, ekonomis, tidak berfoya-foya dan tidak boros. 
d.        Menjadi contoh bagi anggota masyarakat sebagai pribadi unggul yang patut diteladani. 
e.         Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
2.4.Keuntungan dan Kelemahan Kewirausahaan
a)      Keuntungan Kewirausahaan
1)      Kerja sama dengan orang lain.
Sebagai makhluk sosial, yang mau tidak mau kita musti bergantung kepada orang lain, maka dari itu semestinyalah kita belajar bergaul dan membawa diri pada orang   lain..
2)      Yakin,keyakinan.
Segala sesuatu yang dilakukan wujudkan dalam diri kita bahwa kita bisa.
3)      Pandai membuat     keputusan.
4)      Mau menambah      pengetahuan.
Seorang wirausahawan dituntut untuk selalu belajar dari sekelilingnya, lingkungan sekitarnya dan dari produk-produk yang dibuat.
5)      Pandai berkomunikasi.
Belajarlah mengeluarkan kalimat yang baik (sesuai).

b)     Kelemahan Kewirausahaan
1)      Kurangnya   dana   untuk           modal.
Tidak semua kegagalan disebabkan karena modal yang tidak ada, akan tetapi sebagian besar kegagalan itu ada karena kurangnya dana.
2)   Kurangnya pengalaman    dalam          bidang         bisnis.
Berikan suatu jabatan kepada ahlinya, dengan kata lain tempatkan sesuatu           pada   tempatnya.
3)   Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang.
Dalam berwirausaha, merencanakan sesuatu, atau menyusun sesuatu perlu disiapkan sebelumnya.
4)   Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluti (diteliti).
5)   Bekerja keras dan waktunya sangat panjang. 
6)   Memperoleh pendapatan yang tidak pasti dan resiko yang sangat besar. 
7)   Tanggung jawabnya sangat besar. 
2.5. Sasaran Kewirausahaan
1)   Para generasi muda pada umumnya, anak-anak putus sekolah dan para calon wirausaha. 
2)   Para pelaku ekonomi yang terdiri atas para pengusaha kecil. 
3)   Organisasi profesi dan kelompok-kelompok masyarakat.
2.6. Ruang Lingkup Kewirausahaan
Dalam berwirausaha banyak sekali bidang-bidang yang harus digeluti diantaranya adalah : 
1)      Lapangan pemberi jasa : pedagang perantara, pemberi kredit atau perbankan, pengusa angkutan, pengusaha birojasa traverl pariwisata, pengusaha asuransi, dan lain sebagainya. 
2)      Lapangan perdagangan : pedagang besar, pedagang menengah, dan pedagang kecil. 
3)      Lapangan agraris : pertanian (tanaman berumur pendek dan berumur panjang), perkebunan, dan kehutanan.
d. Lapangan perikanan : pemeliharaan ikan, penetasan ikan, makanan ikan, dan pengangkutan ikan.
2.7. Karakter Seorang Wirausaha
            Vernon A. Musselan, Wasty Sumanto dan Geoffrey Meredith, mengemukakan secara ringkas ciri-ciri kewirausahaan sebagai berikut :
1.      Kemampuan yang kuat untuk berdiri sendiri
2.      Kemauan untuk mengambil resiko
3.      Kemampuan untuk belajar dan pengalaman
4.      Memotivasi diri sendiri
5.      Semangat untuk bersaing
6.      Orientasi pada kerja keras
7.      Dorongan untuk berprestasi
8.      Percaya pada diri sendiri
9.      Tegas
10.  Yakin pada kemampuan sendiri
11.  Tidak suka uluran tangan pemerintah
12.  Tidak tergantung pada alam dan berusaha tidak menyerah pada alam
13.  Kepemimpinan
14.  Berorientasi kemasa depan dan penuh gagasan


BAB III
PENUTUP

3.1.            Kesimpulan
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Inti dari kewirausahaan adalah :
1.      Pengambilan resiko
2.      Menjalankan sendiri
3.      Memanfaatkan [eluang-peluang
4.      Menciptakan baru
5.      Pendekatan yang inovatif, dan mandiri
3.2.            Saran
Keterbatasan informasi dan ketelitian kami dalam menyusun makalah ini, menjadi sebab adanya kekurangan-kekurangan yang tidak dapat kami hindari. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari penambahan wawasan bagi kami.




DAFTAR PUSTAKA

 “Anonim”. 2012. Pengertian Kewirausahaan. diambil dari www.jatikom.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.
“Anonim”. 2009. Ciri-ciri Kewirausahaan Unggul/Berhasil. diambil dari www.jatikom.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.
“Anonim”. 2009. Karakteristik Kewirausahaan. diambil dari www.jatikom.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.
“Anonim”. 2009. Kewirausahaan. diambil dari www.jatikom.com. Pada tangaal 4 Maret 2012
“Anonim”.2012. Kewirausahaan. diambil dari www.jatikom.com. Pada tanggal 4 Maret 2012. 
Direktorat Pembinaan Khusus. Bahan Pelatihan untuk Calon Wirausaha: Konsep Dasar Kewirausahaan. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional. 2010.


No comments:

Post a Comment

STRESS DAN COPING

BAB I PENDAHULUAN    A.    Latar Belakang Sesuatu hal dapat terjadi pada setiap orang, baik hal yang buruk ataupun baik, seperti k...