Tuesday, April 24, 2018

UPAYA KURATIF DAN REHABILITATIF DALAM PELAYANAN KEBIDANAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Kesehatan merupakan kebutuhan dengan hak setiap insan agar dapat kemampuan yang melekat dalam diri setiap insan.Hal ini hanya dapat dicapai bila masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, berperan serta untuk meningkatkan kemampuan hidup sehatnya.
Kemandirian masyarakat diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatannya dan menjalankan upaya peecahannya sendiri adalah kelangsungan pembangunan.GBHN mengamanatkan agar dapat dikembangkan suatu sistem kesehatan nasional yang semakin mendorong peningkatan peran serta masyarakat.
Kemampuan masyarakat perlu ditingkatkan terus menerus untuk menolong dirinya sendiri dalam mengatasi masalah kesehatan. Kegiatan pembinaan yang di lakukan oleh bidan sendiri antara lain mempromosikan kesehatan dalam pelayanan agar peran serta ibu, remaja, wanita, keluarga dan kelompok masyarakat di dalam upaya kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana meningkat. Ini sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat.

B.                 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana upaya kuratif pelayanan kebidanan ?
2.      Bagaimana upaya rehabilitatif dalam pelayanan kebidanan ?

C.                Tujuan
1.      Untuk mengetahui upaya kuratif dalam pelayanan kebidanan
2.      Untuk mengetahui upaya rehabilitatif dalam pelayanan kebidanan





BAB II
PEMBAHASAN

A.                Upaya Kuratif Dalam Pelayanan Kebidanan
Upaya kuratif adalah upaya kesehatan untuk mencegah penyakit lebih parah melalui pengobatan. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, kuratif artinya mengobati orang yang sakit. Jadi, pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif adalah usaha untuk mengobati atau melakukan penatalaksanaan terhadap suatu penayakit.
Pelayanan kesehatan kuratif adalah suatu kegiatan atau serangkaian kegiatan pengobatan yang ditujukan unutk penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit, pengendalian penyakit, atau pengendalian kecacatan agar kualitas penderita dapat terjaga seoptimal mungkin. Sasaran utama pelayanan kuratif adalah orang yang sakit. (Novita, 2011)
Program kesehatan yang menekankan upaya kuratif adalah merupakan “Health program for survival”, sedangkan yang menekankan pada upaya promotif dan preventif merupakan “Health Program for human development”. Paradigma sehat dicanangkan Depkes pada tanggal 15 September 1998.
Upaya pelayanan kesehatan yang menekankan upaya kuratif-rehabilitatif kurang menguntungkan karena :
1.      Melakukan intervensi setelah sakit.
2.      Cenderung berkumpul di tempat yang banyak uang.
3.       Dari segi ekonomi lebih cost effective.
4.      Melakukan tindakan preventif dari penyakit, agar tidak terserang penyakit.
Contoh-contoh upaya kuratif dalam pelayanan kebidanan (Notoadmodjo, 2007) antara lain sebagai berikut :
a)      Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis
b)      Perawatan payudara yang mengalami masalah, seperti : mastitis dan bendungan ASI
c)      Perawatan tali pusat terkendali pada bayi baru lahir
d)     Perawatan bayi, balita dan anak sakit dirumah
e)      Pemberian vitamin E yang merupakan upaya pengobatan penyakit tertentu
f)       Pemeriksaan dan pengobatan yang tepat pada ibuhamil yang sakit
g)      Melakukan rujukan bila diperlukan
h)      Penatalaksanan dini terhadap komplikasi dalam kehamilan, misalnya pada ibu hamil dengan anemia bidan dapat memberikan tablet Fe sebagai penatalaksanaan dininya.
i)        Pengobatan pada ibu nifas yang mengalami komplikasi seperti pengobatan ibu nifas yang mengalami infeksi.
Upaya-upaya kuratif yang dapat dilakukan oleh seorang bidan dalam pelayanan kebidanan meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.       Bayi
Bayi adalah usia 0 bulan sampai dengan 12 bulan.
1.      Tugas Mandiri
a)      Pemberian vitamin K untuk mencegah terjadinya perdarahan
b)      Pemberian obat tetes mata
2.      Tugas Kolaborasi
a)      Pengobatan pada kasus asfiksia berat.
b)      Pengobatan mata pada bayi dengan ibu yang menderita gonorhe dengan pemberian antibiotic.
c)      Pengobatan pada kasus perdarahan intracranial.
d)     Pengobatan pada kasus hipoglikomia.
e)      Pengobatan pada kasus infeksi lainnya.
Contoh: Pada kasus bayi yang menderita gonoblenorhoe (ibu menderita gonore) dilakukan kolaborasi untuk pemberian terapi pengobatan antibiotika.
b.      Balita
Balita adalah usia dibawah 5 tahun.
1.      Tugas Mandiri
 Pengobatan diare tanpa rehidrasi.
2.       Tugas Kolaborasi
a)      Pengobatan pada kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
b)      Pengobatan pada kasus cacingan.
c)      Pengobatan pada kasus gizi buruk.
d)     Pengobatan pada penyakit infeksi lainnya.
Contoh : Pada kasus diare dengan dehidrasi, selain rehidrasi, pemenuhan nutrisi dilakukan kolaborasi untuk pemberian therapi obat antibiotika.
c.       Remaja
1.      Tugas mandiri
a)      Pengobatan pada kasus disminorhe.
b)      Pengobatan pada kasus anemia ringan.
c)      Jahitan pada ruptur serviks dan mukosa vagina pada kasus remaja korban perkosaan.
2.      Tugas kolaborasi
a)      Pengobatan pada kasus anemia berat.
b)      Pengobatan pada kasus flour albus.
Contoh : Pada kasus dismenorhoe dilakukan kolaborasi untuk pemberian therapy hormonal.
d.      Pasangan Usia Subur / Wanita Usia Subur
1.      Tugas mandiri
Pengobatan efek samping pemakaian alat kontrasepsi.
2.      Tugas kolaborasi
a)      Pengobatan penyakit menular seksual.
b)      Pengobatan pada kasus penyankit radang panggul.
Contoh : Pada kasus radang panggul dilakukan kolaborasi untuk pemberian therapy obat antibiotika dan symptomati.
e.       Ibu Hamil
1.      Tugas mandiri
a)      Pengobatan pada kasus hiperemesis gravidarum tingkat 1 dan hiperemesis gravidarum tingkat 2.
b)      Pengobatan pada kasus anemia ringan.
2.      Tugas kolaborasi
a)      Pengobatan pada kasus hiperemeis tingkat 3.
b)      Pengobatan pada kasus anemia berat.
c)      Pengobatan pada kasus kehamilan dengan penyakit yang menyertai seperti jantung, DM  dan lain-lain.
Contoh : Pada kasus ibu hamil dengan anemia ringan diberikan obat tambah darah (Fe) dan nutrisi yang adekuat.
f.       Ibu Bersalin
1.      Tugas mandiri
a)      Manajemen aktif kala 3.
b)      Pengobatan kasus atonio uteri.
c)      Ibu bersalin dengan ruptur serviks mukosa.
d)     Jahitan pada vagina dan perinium.
2.      Tugas kolaborasi
a)      Pengobatan pada kasus inersia uteri.
b)      Pengobatan pada kasus perdarahan.
Contoh : Pada Manajemen Aktif Kala III diberikan injeksi oksitosin 10 U.
g.      Ibu Nifas
1.      Tugas mandiri
Pengobatan pada sub-involusio.
2.      Tugas kolaborasi
a)      Pengobatan pada mastitis.
b)      Pengobatan pada perdarahan pospartum sekunder.
c)      Pengobatan pada kasus vaginitis.
d)     Pengobatan pada kasus abses payudara.
Contoh : Pada mastitis selain perawatan yang adekuat, dilakukan kolaborasi untuk pemberian therapi obat antibiotika (Kloksasillin atau Eritromysin).
h.      Klimakterium / Menopause
1.      Tugas Kolaborasi
Terapi sulih hormone (TSH)
  
B.                 Upaya Rehabilitatif Dalam Pelayanan Kebidanan
Upaya Rehabilitatif adalah upaya promosi kesehatan untuk memelihara dan memulihkan kondisiorang yan baru sembuh.Upaya kesehatan secara rehabilitative adalah upaya promosi kesehatan untuk memelihara dan memulihkan kondisi/ mencegah kecacatan. Tindakan ini dilakukan pada seseorang yang proses penyakitnya sudah terhenti.
Tujuan upaya kesehatan secara rehabilitatif adalah untuk berusaha mengembalikan penderita seperti keadaan semula (pemulihan kesehatan) atau paling tidak berusaha mengembalikan penderita pada keadaan yang dipandang sesuai dan mampu melangsungkan fungsi kehidupannya.
Macam-macam upaya kesehatan secara rehabilitatif, yaitu :
1.      Rehabilitatif Fisik
Yaitu agar bekas penderita memperoleh perbaikan fisik semaksimal-maksimalnya. Misalnya, seseorang yang karena kecelakaan patah kakinya, maka perlu mendapatkan rehabilitatif dari kaki yang patah ini yaitu dengan mempergunakan kaki buatan yang fungsinya sama dengan kaki sesungguhnya.
2.      Rehabilitatif Mental
Yaitu agar bekas penderita dapat menyesuaikan diri dalam hubungan perorangan dan social secara memuaskan. Seringkali bersamaan dengan terjadinya cacat badaniah muncul pula kelainan-kelainan atau gagguan mental. Untuk hal ini bekas penderita perlu mendapat bimbingan kejiwaan sebelum kembali ke dalam masyarakat.’
3.      Rehabilitatif Sosial Vokasional
Yaitu agar bekas menempati suatu pekerjaan/jabatan dalam masyarakat dengan kapasitas kerja yang semaksimal-maksimalnya sesuai dengan kemampuan dan ketidakmampuannya.
4.      Rehabilitatif Aesthetis
Usaha rehabilitasi aesthesis perlu dilakukan untuk mengembalikan rasa keindahan, walaupun kadang-kadang fungsi dari alat tubuhnya itu sendiri tidak dapat dikembalikan, misalnya : penggunaan mata palsu.
Contoh-contoh upaya rehabilitatif yang dapat dilakukan dalam pelayanan kebidanan antara lain sebagai berikut :
1)      Pemuliahan keadaan pasca sakit pada bayi dan balita.
2)      Latihan fisik yang tepat, teratur dan rutin pada remaja pasca sakit sebagai usaha pemeliharaan kesehatan.
3)      Istirahat yang cukup dan pengaturan diet yang tepat pada ibu hamil pasca sakit.
4)      Mobilisasi dini pada ibu pasca bersalin sebagai pemulihan dengan cara ibu dapat mengubah posisi dan   berjalan-jalan sekurang-kurangnya 6 jam setelah melahirkan.
5)      Latihan fisik pada ibu pasca bersalin, seperti melakukan senam nifas atau senam kegel untuk membantu pemulihan alat kandungan ibu setelah melahirkan.
6)      Pemenuhan gizi pada ibu nifas.
7)      Terapi psikologis pada pasien pasca kanker rahim agar kepercayaan dirinya kembali seperti semula.
8)      Memberikan pendidikan pada masyarakat agar mau menerima dan memberikan pertolongan pada ibu hamil dengan HIV/AIDS.
9)      Latihan-latihan fisik tertentu bagi penderita-penderita penyakit tertentu, seperti  TBC yaitu dengan latihan napas dan batuk. Penderita stroke melalui fisioterapi manual yang mungkin dilakukan oleh perawat.





BAB III
PENUTUP

A.                Kesimpulan
Dari penjelasan, dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu: Upaya Kuratif dalam pelayanan kebidanan merupakan upaya untuk merawat dan mengobati anggota keluarga, kelompok yang menderita penyakit atau masalah kesehatan.
Upaya Rehabilitatif dalam pelayanan kebidanan upaya untuk memulihkan kesehatan bagi penderita-penderita yang dirawat di rumah, maupun terhadap kelompok-kelompok tertentu yang menderita penyakit yang sama, misalnya kusta, TBC, cacat fisik, dll.

B.                 Saran
Keterbatasan informasi dan ketelitian kami dalam menyusun makalah ini, menjadi sebab adanya kekurangan-kekurangan yang tidak dapat kami hindari. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari penambahan wawasan bagi kami.




DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2007.Pusat Promosi Kesehatan. Jakarta.

Notoatmojo, Soekidjo.2007.Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta : PT. Rineke Cipta.

Notoatmojo, Soekidjo.2007.Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.Jakarta : PT. Rineke Cipta.

Putriana.2012.Contoh Upaya Kesehatan dalam Pelayanan Kebidanan.

Widyastuti, Yuni dkk. 2009. Kesehatan Reproduksi.Yogyakarta : Fitramaya.

No comments:

Post a Comment

STRESS DAN COPING

BAB I PENDAHULUAN    A.    Latar Belakang Sesuatu hal dapat terjadi pada setiap orang, baik hal yang buruk ataupun baik, seperti k...